ETIKET
DAN KEPRIBADIAN
A. Etiket
Etiket atau biasa kita kenal dengan
kata etika, Etiket berasal dari kata Prancis yaitu ‘ETIQUE’ yang berarti kartu
undangan, dalam lembaran undangan tersebut disertakan serangkaian
peraturan/tata tertib yang harus ditaati oleh para tamu undangan. Kini
pengertian Etiket berkembang menjadi sekumpulan peraturan tata tertib dan
cara-cara pergaulan diantara orang-orang yang beradab. Namun sebenarnya Etiket
dan Etika memiliki perbedaan, terkadang kedua ini selalu dikaitkan dengan kata
yang memiliki makna yang sama.
Perbedaan
Etiket dan Etika
K.Bertens dalam bukunya yang berjudul
“Etika” (2000) memberikan 4 macam perbedaan etika dan etiket, yaitu :
1. Etiket
menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia.
2. Etiket
hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di
sekitar kita). Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata,
maka etiket tidak berlaku. Misal : saya sedang makan bersama dengan teman sambal
meletakkan kaki saya diatas meja makan, maka saya dianggap melanggar etiket.
Tapi kalua saya makan sendirian (tidak ada orang lain), maka saya tidak
melanggar etiket kalau saya melakukan hal demikian.
Bebeda
dengan Etika, etika selalu berlaku dimana saja baik sedang bersama orang lain
maupun sendirian.
3. Etiket
bersifat relative. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan, bisa saja
dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Misal : makan dengan tangan (tanpa sendok
atau garpu), dan bersendawa.
4. Etiket
memandang manusia dari segi lahiriah saja. Orang yang bepegang pada etiket bisa
juga bersifat munafik. Misal : Bisa saja orang tampi sebagai “manusia berbulu
ayam”. Dari luar sangat sopan dan halus, tapi di dalam penuh kebusukan.
Etika memandang manusia
dari segi dalam. Orang yang etis tidak mungkin bersifat munafik, sebab orang
yang bersifat etis pasti orang yang sungguh-sungguh baik. Dua istilah, yaitu
Etika dan Etiket dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang diartikan sama, dipergunakan
silih berbaganti. Kedua istilah tersebut memang hampir sama pengertiannya,
tetapi tidak sama dalam hal titik berat penerapan atau pelaksanaannya, yang
satu lebih luas dari pada yang lain.
Etiket juga merupakan
aturan-aturan konvensional melalui tangkah laku individual dalam masyarakat
beradab, merupakan tatacara formal atau tata krama lahiriah untuk mengatur relasi
antarpribadi, sesuai dengan status social masing-masing individu. Etiket
didukung oleh berbagai macam nilai, antara lain :
1. Nilai-nilai
kepentingan umum.
2. Nilai-nilai
kejujuran, ketebukaan dan kebaikan.
3. Nilai-nilai
kesejahteraan.
4. Nilai-nilai
kesopanan, harga-menghargai.
5. Nilai
diskresi (discretion: pertimbangan).
Beberapa definisi Etiket
adalah sebagai berikut :
1. Etiket
adalah kumpulan tata cara dan sikap yang baik dalam pergaulan antarmanusia yang
beradab.
2. Etiket
adalah tata krama, sopan santun atau aturan-aturan yang disetujui oleh masyarakat
tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku.
3. Etiket
adalah tata peraturan pergaulan yang disetujui oleh masayarakat tertentu dan
menjadi norma dan panutan dalam bertingkah laku anggota masyarakat.
Dari
ketiga pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari etiket adalah
tata peraturan pergaulan yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi
norma serta panutan dalam bertingkah laku pada anggota masyarakat tersebut.
B. Kepribadian
Kepribadian adalah keseluruhan cara
seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian
paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang
ditunjukkan oleh seseorang.
Disamping itu kepribadian sering
diartikan sebagai ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada
orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”.
Berdasarkan psikologi, Gordon Allport
menyatakan bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis
dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi,
kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport
menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.
·
Aspek-aspek kepribadian (Abin Syamsuddin,
2003), sebagai berikut :
1. Karakter
yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku, konsisten tidaknya
dalam memegang pendirian atau pendapat.
2. Tempramen,
yaitu disposisi reaktif seorang, atau cepat lambatnya mereaksi terhadap
rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan.
3. Sikap,
sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negative, ambivalen.
4. Satibilitas
emosi yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari
lingkungan. Seperti mudah atau tidaknya tersinggung, marah, sedih, atau putus
asa.
5. Responsibilitas
(tanggung jawab) adalah kesiapan untuk menerima resiko dari tindakan atau
perbuatan yang dilakukan.
6. Sosiabilitas,
yaitu diposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal.
Setiap
manusia memiliki ciri-ciri kepribadian tersendiri, berikut adalah ciri-ciri
kepribadian yang sehat dan tidak sehat :
Kepribadian yang sehat
·
Mampu menilai diri sendiri secara realistic.
·
Mampu menilai situasi secara realistic.
·
Mampu menilai prestasi yang diperoleh
secara realistic.
·
Menerima tanggung jawab.
·
Kemandirian.
·
Dapat mengontrol emosi.
·
Berorientasi tujuan.
·
Berorientasi keluar (ekstrovert).
·
Penerimaan social (berpartisipasi dalam
kegiatan social).
·
Memiliki filsafat hidup.
Kepribadian
yang tidak sehat
·
Mudah marah (tersinggung)
·
Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
·
Sering merasa tertekan (Stress atau
depresi)
·
Bersikap kejam atau senang mengusik orang
lain.
·
Ketidakmampuan menghindari perilaku
menyimpang.
·
Kebiasan berbohong
·
Hiperaktif
·
Kurang memiliki rasa tanggung jawab.
Faktor-faktor penentu
kepribadian
1. Faktor
keturunan
2. Faktor
lingkungan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar