Jumat, 22 Maret 2019

Etiket Dan Kepribadian


ETIKET DAN KEPRIBADIAN

A.   Etiket
Etiket atau biasa kita kenal dengan kata etika, Etiket berasal dari kata Prancis yaitu ‘ETIQUE’ yang berarti kartu undangan, dalam lembaran undangan tersebut disertakan serangkaian peraturan/tata tertib yang harus ditaati oleh para tamu undangan. Kini pengertian Etiket berkembang menjadi sekumpulan peraturan tata tertib dan cara-cara pergaulan diantara orang-orang yang beradab. Namun sebenarnya Etiket dan Etika memiliki perbedaan, terkadang kedua ini selalu dikaitkan dengan kata yang memiliki makna yang sama.

Perbedaan Etiket dan Etika

K.Bertens dalam bukunya yang berjudul “Etika” (2000) memberikan 4 macam perbedaan etika dan etiket, yaitu :

1.      Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia.
2.      Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku. Misal : saya sedang makan bersama dengan teman sambal meletakkan kaki saya diatas meja makan, maka saya dianggap melanggar etiket. Tapi kalua saya makan sendirian (tidak ada orang lain), maka saya tidak melanggar etiket kalau saya melakukan hal demikian.
Bebeda dengan Etika, etika selalu berlaku dimana saja baik sedang bersama orang lain maupun sendirian.
3.      Etiket bersifat relative. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan, bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Misal : makan dengan tangan (tanpa sendok atau garpu), dan bersendawa.
4.      Etiket memandang manusia dari segi lahiriah saja. Orang yang bepegang pada etiket bisa juga bersifat munafik. Misal : Bisa saja orang tampi sebagai “manusia berbulu ayam”. Dari luar sangat sopan dan halus, tapi di dalam penuh kebusukan.
Etika memandang manusia dari segi dalam. Orang yang etis tidak mungkin bersifat munafik, sebab orang yang bersifat etis pasti orang yang sungguh-sungguh baik. Dua istilah, yaitu Etika dan Etiket dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang diartikan sama, dipergunakan silih berbaganti. Kedua istilah tersebut memang hampir sama pengertiannya, tetapi tidak sama dalam hal titik berat penerapan atau pelaksanaannya, yang satu lebih luas dari pada yang lain.
Etiket juga merupakan aturan-aturan konvensional melalui tangkah laku individual dalam masyarakat beradab, merupakan tatacara formal atau tata krama lahiriah untuk mengatur relasi antarpribadi, sesuai dengan status social masing-masing individu. Etiket didukung oleh berbagai macam nilai, antara lain :
1.      Nilai-nilai kepentingan umum.
2.      Nilai-nilai kejujuran, ketebukaan dan kebaikan.
3.      Nilai-nilai kesejahteraan.
4.      Nilai-nilai kesopanan, harga-menghargai.
5.      Nilai diskresi (discretion: pertimbangan).

Beberapa definisi Etiket adalah sebagai berikut :
1.      Etiket adalah kumpulan tata cara dan sikap yang baik dalam pergaulan antarmanusia yang beradab.
2.      Etiket adalah tata krama, sopan santun atau aturan-aturan yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku.
3.      Etiket adalah tata peraturan pergaulan yang disetujui oleh masayarakat tertentu dan menjadi norma dan panutan dalam bertingkah laku anggota masyarakat.
Dari ketiga pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian dari etiket adalah tata peraturan pergaulan yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku pada anggota masyarakat tersebut.

B.    Kepribadian
Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.
Disamping itu kepribadian sering diartikan sebagai ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”.
Berdasarkan psikologi, Gordon Allport menyatakan bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.

·         Aspek-aspek kepribadian (Abin Syamsuddin, 2003), sebagai berikut :
1.      Karakter yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku, konsisten tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.
2.      Tempramen, yaitu disposisi reaktif seorang, atau cepat lambatnya mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan.
3.      Sikap, sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negative, ambivalen.
4.      Satibilitas emosi yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari lingkungan. Seperti mudah atau tidaknya tersinggung, marah, sedih, atau putus asa.
5.      Responsibilitas (tanggung jawab) adalah kesiapan untuk menerima resiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan.
6.      Sosiabilitas, yaitu diposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal.

Setiap manusia memiliki ciri-ciri kepribadian tersendiri, berikut adalah ciri-ciri kepribadian yang sehat dan tidak sehat :

            Kepribadian yang sehat
·         Mampu menilai diri sendiri secara realistic.
·         Mampu menilai situasi secara realistic.
·         Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistic.
·         Menerima tanggung jawab.
·         Kemandirian.
·         Dapat mengontrol emosi.
·         Berorientasi tujuan.
·         Berorientasi keluar (ekstrovert).
·         Penerimaan social (berpartisipasi dalam kegiatan social).
·         Memiliki filsafat hidup.

Kepribadian yang tidak sehat
·         Mudah marah (tersinggung)
·         Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
·         Sering merasa tertekan (Stress atau depresi)
·         Bersikap kejam atau senang mengusik orang lain.
·         Ketidakmampuan menghindari perilaku menyimpang.
·         Kebiasan berbohong
·         Hiperaktif
·         Kurang memiliki rasa tanggung jawab.

Faktor-faktor penentu kepribadian
1.      Faktor keturunan
2.      Faktor lingkungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar