OPINI
PUBLIK RELATION (PR) BAGIAN KE-2
Seperti postingan saya
sebelumnya, kali ini lanjut membahas mengenai opini public, yaitu segmentasi publik.
Ide dasar dari segmentasi adalah membagi populasi
pasar, khalayak atau publik kedalam kelompok-kelompok yang lebih kecil dan
spesifik, yang anggota-anggotanya memiliki sejumlah karakter yang sama (homogen).
Misalnya, kelompok pengusaha, kelompok Ibu rumah tangga., kelompok remaja 15-17
tahun.
Segmentasi Publik berdasarkan nilai-nilai dan gaya
hidup, seperti halnya konsumen terdiri dari 8 (delapan) kategori :
1. Actualizer
(publik-publik yang sebenarnya) yang berlatar belakang kekayaan dan kekuasaan.
2. Fulfilleds
(publik-publik yang matang) yang memiliki sumber daya tinggi, memiliki prinsip
yang berorientasi professional atau para pensiunan.
3. Believer
(publik-publik yang dapaty dipercaya) adalah fulfilleds tanpa sumber daya.
4. Achievers
(publik-publik yang sukses atau berprestasi) yang memiliki sumber daya dan
berorientasi status
5. Strivers
(publik-publik yang berkerja keras) kurang memiliki sumber daya, tetapi sama
dengan achievers yang berorientasi status .
6. Experiencers
(publik-publik yang berpengalaman) yang memiliki sumber daya tinggi dan
berorientasi tindakan serta cenderung berani mengambil resiko.
7. Makers
(publik-publik Pembina yang berorientasi tindakan, tetapi kurang memiliki
sumber daya .
8. Struggles
(publik-publik Pejuang) yang memiliki sumber daya sedikit.
Dasar
Segmentasi
-
Geografi
Geografi adalah tempat tinggal
konsumen.
Tempat tinggal banyak mempengaruhi
pola konsumsi atau produk.
-
Sosiografi/Demografi
Sosiografi/Demografi adalah gambaran
karakteristik social konsumen (Usia, jenis kelamin, pekerjaan, ukuran keluarga).
-
Psikografi
Psikografi adalah sifat psikologi
yang membuat konsumen berada dalam menanggapi dan menilai sesuatu (Kelas social,
gaya hidup, kepribadian)
-
Behavioristik
Behavioristik adalah pola-pola kebiasaan
konsumen yang meliputi kebiasaan membeli, factor yang dianggap penting, status
pemakai, tingkat penggunaan, status loyalitas, kesiapan membeli, factor pasar
yang sensitive, penggunaan media massa.
Opini dari para individu ini akan berkembang menjadi
suatu consensus bila masyarakat dalam semen tertentu mempunyai
kesamaan-kesamaan tertentu, Kesamaan itu bisa merupakan kesamaan kekecewaan,
kegembiraan, atau pengalaman emosional lainnya. Normalnya, consensus ini
terjadi karena adanya dialog antara orang-orang dalam segmen yang mempunyai
kepentingan yang sama. Lamanya waktu
yang dibutuhkan untuk mencapai consensus itu amat bergantung pada banyaknya
unsur, seperti emosi, tekanan dari luar, dan sebagainya. Selama waktu berproses
inilah seorang petugas Public Relation mempunyai kesempatan untuk menilai
kemungkinan yang akan terjadi serta tindakan yang perlu dilakukan. Konsensus
yang sudah matang dan menyatu dalam masyarakat itulah yang disebut Opini
Publik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar