Jumat, 15 Maret 2019

Opini Public Relation (PR)


OPINI PUBLIK RELATION (PR) BAGIAN KE-2

Seperti postingan saya sebelumnya, kali ini lanjut membahas mengenai opini public, yaitu segmentasi publik.
Ide dasar dari segmentasi adalah membagi populasi pasar, khalayak atau publik kedalam kelompok-kelompok yang lebih kecil dan spesifik, yang anggota-anggotanya memiliki sejumlah karakter yang sama (homogen). Misalnya, kelompok pengusaha, kelompok Ibu rumah tangga., kelompok remaja 15-17 tahun.

Segmentasi Publik berdasarkan nilai-nilai dan gaya hidup, seperti halnya konsumen terdiri dari 8 (delapan) kategori :
1.     Actualizer (publik-publik yang sebenarnya) yang berlatar belakang kekayaan dan kekuasaan.
2.     Fulfilleds (publik-publik yang matang) yang memiliki sumber daya tinggi, memiliki prinsip yang berorientasi professional atau para pensiunan.
3.     Believer (publik-publik yang dapaty dipercaya) adalah fulfilleds tanpa sumber daya.
4.     Achievers (publik-publik yang sukses atau berprestasi) yang memiliki sumber daya dan berorientasi status
5.     Strivers (publik-publik yang berkerja keras) kurang memiliki sumber daya, tetapi sama dengan achievers yang berorientasi status .
6.     Experiencers (publik-publik yang berpengalaman) yang memiliki sumber daya tinggi dan berorientasi tindakan serta cenderung berani mengambil resiko.
7.     Makers (publik-publik Pembina yang berorientasi tindakan, tetapi kurang memiliki sumber daya .
8.     Struggles (publik-publik Pejuang) yang memiliki sumber daya sedikit.

Dasar Segmentasi
-         Geografi
Geografi adalah tempat tinggal konsumen.
Tempat tinggal banyak mempengaruhi pola konsumsi atau produk.
-         Sosiografi/Demografi
Sosiografi/Demografi adalah gambaran karakteristik social konsumen (Usia, jenis kelamin, pekerjaan, ukuran keluarga).
-         Psikografi
Psikografi adalah sifat psikologi yang membuat konsumen berada dalam menanggapi dan menilai sesuatu (Kelas social, gaya hidup, kepribadian)
-         Behavioristik
Behavioristik adalah pola-pola kebiasaan konsumen yang meliputi kebiasaan membeli, factor yang dianggap penting, status pemakai, tingkat penggunaan, status loyalitas, kesiapan membeli, factor pasar yang sensitive, penggunaan media massa.

Opini dari para individu ini akan berkembang menjadi suatu consensus bila masyarakat dalam semen tertentu mempunyai kesamaan-kesamaan tertentu, Kesamaan itu bisa merupakan kesamaan kekecewaan, kegembiraan, atau pengalaman emosional lainnya. Normalnya, consensus ini terjadi karena adanya dialog antara orang-orang dalam segmen yang mempunyai kepentingan  yang sama. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai consensus itu amat bergantung pada banyaknya unsur, seperti emosi, tekanan dari luar, dan sebagainya. Selama waktu berproses inilah seorang petugas Public Relation mempunyai kesempatan untuk menilai kemungkinan yang akan terjadi serta tindakan yang perlu dilakukan. Konsensus yang sudah matang dan menyatu dalam masyarakat itulah yang disebut Opini Publik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar