OPINI
PUBLIC
a.
Pengertian
Opini Public
Opini
Public adalah hasil interasi, pendapat, diskusi, atau penelitian social antar
individu tersebut yang berdasarkan pertukaran pikiran yang sadar dan rasional
yang dinyatan lewat lisan maupun tulisan.
Opini
Public adalah adalah ekspresi segenap anggota suatu kelompok yang berkepentingan
atas suatu masalah. (William Abig)
Elemen-elemen
opini public
1. Isu
masyarakat yang memiliki keterkaitan dan kepentingan.
2. Kompleksitas
preferensi.
3. Ekspresi
sejumlah orang yang membahasnya.
4. Dua
dimensi untuk melihat opini public yaitu
Preferensi : mendukung atau menolak
Intensitas : sudah mengukur seberapa jauh prefernsi
tersebut.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi opini public
1. Sosialisasi
politik, beserta agen-agennya.
2. Budaya
politik
3. Ideologi
negara dan agama.
4. Struktur
ekonomi dan strata social.
5. Struktur
negara
6. Kekuatan
opini public.
Kategori
Publik
Dalam Public Relation, Publik dapat diklasifikasi
kedalam beberapa kategori
1. Publik
Internal dan Eksternal
Publik Internal adalah yang tedapat
di dalam organisasi atau perusahaan, seperti Supervisor/SPV (pengawas), clerks
(pegawai), managers (manajer), steckhloders (pemegang saham), dan board of
directors (direktur pengelola).
Publik Eksternal adalah publik yang
secara tidak langsung terkait dengan organisasi atau perusahaan, seperti perss
(pers atau media massa), government (pemerintah), educators (pendidik),
customers (pelanggan), community (komunitas), suppliers (pemasok).
2. Publik
Primer, Publik Sekunder, Publik Marjinal.
Publik Primer adalah publik yang
paling banyak membantu atau menghalangi usaha organisasi atau perusahaan.
Publik Sekunder adalah publik yang kurang memiliki kepentingan dengan
organisasi atau perusahaan. Publik Marjinal adalah publik yang sedikit sekali
memiliki kepentingan dengan organisasi atau perusahaan.
3. Publik
Tradisional dan Publik Potensial.
Publik Tradisional dan publik masa dating
adalah karyawan dan para pelanggan sekarang serta para pelanggan potensial pada
mendatang. Organisasi tidak bisa selamanya memberikan kepuasan dalam
bertransaksi dengan adanya perubahan pada public mereka. Kini bermunculan publik-publik
baru perusahaan, mulai dari gerakan wanita untuk minoritas, untuk para warga
senior, untuk para homosekusal, publik-publik ini menjadi penting bagi
keberhasilan organisasi atau perusahaan pada masa mendatang.
4. Publik
Pendukung, penentang, dan tidak peduli
Publik pendukung, penentang, dan
tidak peduli. Sebuah lembaga harus bertransaksi secara berbeda dengan public yang
mendukung dan yang menentang organisasi atau perusahaan. Bertransaksi dengan
para pendukung menggunakan komunikasi yang memperkuat kepercayaan dalam
menyampaikan dukungannya. Tetapi perubahan opini bagi orang yang ragu dapat
diyakinkan dengan komunikasi persuasive. Seringkali terutama politik, publik
yang tidak peduli atau apatis adalah penting. Banyak kampanye diputuskan karena
arus suara yang telah dimenangkan oleh para calon.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar