NEGOSIASI
Negosiasi
adalah suatu bentuk interaksi social antara beberapa pihak yang bertujuan untuk
mencapai kesepakatan bersama yang dianggap menguntungkan pihak-pihak yang
bernegosiasi. Orang yang melakukan negosiasi disebut Negosiator.
Kegiatan negosiasi sering terjadi dikehidupan kita
sehari-hari, kegiatan yang berkaitan dengan negosiasi biasnya kegiatan bisnis,
dimana negosiasi terjadi agar tidak ada yang dirugikan antara kedua belah
pihak, misalnya melakukan penawaran dalam berbelanja biasanya negosiasi sering
terjadi dipasar karena kedua belah pihak antara penjual dan pembeli dapat
berinteraksi langsung.
Secara Etimologi, kata negosiasi berasal dari Bahasa Inggris
yaitu, “to negotiate” dan “to be negotiating” yang artinya
membicarakan, merundingkan, atau menawar.
Karakteristik
Negosiasi
-
Senantiasa melibatkan orang, baik sebagai
individu maupun perwakilan institusi (sendiri atau kelompok).
-
Memiliki ancaman terjadinya atau
didalamnya mengandung konflik yang terjadi mulai dari awal sampai terjadi
kesepakatan dalam akhir negosiasi.
-
Hampir selalu berbentuk tatap muka yang
menggunakan Bahasa lisan, gerak tubuh maupun ekspresi wajah (body language)
-
Biasanya menyangkut hal-hal di masa depan
atau sesuatu yang belum terjadi dan kita inginkan terjadi.
-
Ujung dari negosiasi adalah adanya
kesepakan yang diambil oleh kedua belah pihak, meskipun kesepakatan tersebut
misalnya kedua belah pihak “sepakat untuk tidak sepakat”.
Tujuan
Negosiasi
Setiap dalam kegiatan negosiasi pasti ada tujuan yang
ingin dicapai dari kedua belah pihak yang bernegosiasi, berikut adalah tujuan
dari negosiasi :
1. Untuk
mencapai suatu kesepakatan yang dianggap menguntungkan semua pihak.
2. Untuk
menyelesaikan suatu masalah dan menemukan solusi dari masalah yang tengah
dihadapi pihak-pihak yang bernegosiasi.
3. Untuk
mencapai suatu kondisi yang saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang
bernegosiasi dimana semuanya mendapat manfaat/tidak ada yang dirugikan.
Jenis-jenis
Negosiator
Ada dua jenis Negosiator
yaitu sebagai berikut :
-
Value Claimers
Memandang negosiasi sebagai
pertikaian. Masing-masing pihak berusaha mendapatkan sebanyak mungkin jatah
atau kemenangan dan memberikan sedikit mungkin jatah atau kemenangan bagi
lawannya.
Cara yang digunakan adalah taktik
yang manipulative, argumen yang memaksakan, konsesi terbatas dan tawar-menawar
yang a lot.
-
Value Creators
Mengutamakan proses yang akan menguntungkan
kedua belah pihak. Mencoba untuk menciptakan nilai tambah bagi kedua belah
pihak yang bernegosiasi,
Cara yang digunakan adalah dengan
mengembangkan hubungan yang kolaboratif, mengutamakan penyesuaian kepentingan
kedua belah pihak, bersikap ramah dan kooperatif.
Struktur
Kompleks Negosiasi
Terdapat 7 unsur yang menyusun negosiasi sehingga
menjadi satu kesatuan yang utuh, berikut ini struktur kompleks teks negosiasi :
1. Orientasi : Kalimat pembuka, biasanya ucapan
salam. Fungsinya untuk memulai negosiasi.
2. Permintaan : Suatu hal berupa barang atau jasa yang ingin
dibeli oleh pembeli.
3. Pemenuhan : Kesanggupan hal berupa barang atau jasa
dari penjual yang diminta oleh pembeli.
4. Penawaran : Puncaknya negosiasi yang terjadi, kedua
belah pihak saling tawar menawar.
5. Persetujuan : Kesepakatan antara kedua belah pihak
terhadap negosiasi yang telah dilakukan.
6. Pembelian : Keputusan konsumen jadi menyetujui
negosiasi itu atau tidak.
7. Penutup : Kalimat penutup, biasanya ucapan salam atau
terima kasih.
PARADIGMA
NEGOSIASI
Negosiasi
Menang-Kalah (WIN-LOSE)
1. Sudut
pandang klasik yang memandang bargaining sebagai situasi win-lose, jika salah
satu pihak menang, maka pihak yang lain akan kalah.
2. Disebut
juga negosiasi zero-sum atau negosiasi distributive.
3. Asumsi:
Sumberdaya terbatas (Limited resources), dan proses negosiasi untuk menentukan
siapa akan mendapatkan sumberdaya tersebut.
Negosiasi
Menang-Menang (WIN-WIN)
1. Trend
masa kini yang memandang negosiasi sebagai situasi win-win, dimana kedua belah
pihak mendapat keuntungan sebagai hasil dari negosiasi.
2. Disebut
juga negosiasi positive-sum atau negosiasi intergrative.
Teknik
Negosiasi Kompetitif
1. Mengajukan
permintaan awal yang sangat tinggi pada awal negosiasi
2. Menjaga
tuntutan agar tetap tinggi sepanjang proses negosiasi dilangsungkan
(maintaining high level of demands)
3. Konsensi
diberikan sangat langka / jarang / sangat terbatas.
4. Menganggap
perundingan lain sebagi musuh atau lawan.
5. Sering
menggunakan cara yang berlebihan, kasar, ancaman, dan melemparkan
tuduhan-tuduhan untuk mencapai ketegangan dan tekanan terhadap lawan.
Teknik
Negosiasi Kooperatif
1. Menganggap
negosiator lawan sebagai mitra kerja untuk mencari common ground.
2. Melakukan
komunikasi yang menjajaki kepentingan dan nilai-nilai bersama (shared interest and
values).
3. Menggunakan
rasio dan akal sehat.
4. Membangun
atmosfir yang positif untuk saling percaya.
5. Mencari
penyelesaian yang adil berdasar analisis yang obyektif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar